Infomenarik:Bali Tourism Agency menyelenggarakan doa massal pada hari Jumat di tengah wabah koronavirus yang menyebar cepat yang berasal dari Cina, yang telah merugikan industri pariwisata di pulau wisata yang terkenal itu.
Pejabat dari agensi bersama mereka yang bekerja di sektor pariwisata mengadakan shalat pada Jumat pagi di Pura Candi Narmada, sebuah kuil Hindu di Kuta, Kabupaten Badung.
Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan bahwa kelompok itu berdoa bersama untuk meminta Bali tetap aman dari wabah koronavirus, yang pada hari Jumat telah membunuh 213 di Cina dan menginfeksi hampir 10.000 secara global.
“Kami berharap [wabah virus] akan segera berakhir. Kami benar-benar sadar bahwa industri pariwisata adalah tulang punggung perekonomian Bali, ”kata Astawa setelah doa.
Elsye Deliana dari Bali Liang, sebuah divisi pemasaran untuk China di Bali chapter dari Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA), setuju bahwa wabah virus baru telah sangat mempengaruhi industri pariwisata.
Menurut data agensi, setidaknya 15.000 turis China telah membatalkan perjalanan ke pulau itu di tengah kekhawatiran virus.
Sejumlah kelompok wisata Tiongkok, masing-masing terdiri dari 1.000 hingga 2.000 orang, telah merencanakan untuk mengunjungi Bali pada bulan Februari, tetapi perjalanan mereka telah dibatalkan tanpa batas waktu. Kami yang bekerja di industri [pariwisata] menderita kerugian [karena wabah],” akunya.
Ketakutan akan virus corona yang sebelumnya menyebabkan Bali Tourism Agency membatalkan Bali Kintamani Festival, yang semula dijadwalkan pada 8 Februari. Agensi tersebut akan mencoba menjadwal ulang acara tersebut sekitar tahun ini setelah kekhawatiran tentang virus itu surut.
Pemerintah Cina telah menerapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan virus, termasuk membatasi penerbangan ke dan dari negara itu, yang telah mempengaruhi kedatangan wisatawan Tiongkok di Bali.









No comments:
Post a Comment