Tapanuli Tengah menyatakan keadaan darurat setelah tujuh meninggal akibat banjir, tanah longsor - Seputar berita news

Post Top Ad

Link Alternatif : 99saham.net

Tapanuli Tengah menyatakan keadaan darurat setelah tujuh meninggal akibat banjir, tanah longsor


Infomenarik:Setidaknya tujuh orang tewas dalam banjir besar dan tanah longsor yang melanda enam kabupaten di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, setelah hujan lebat pada dini hari Rabu, mendorong pemerintah daerah untuk menyatakan keadaan darurat.

Banjir, yang terjadi sekitar jam 1 pagi, juga merusak beberapa rumah dan infrastruktur publik, secara efektif memutus akses ke jalan yang menghubungkan kabupaten Barus dan Pakkat.

Kepala Badan Mitigasi Bencana Tapanuli Pusat (BPBD) Safaruddin Ananda Nasution mengatakan bahwa, per 5 p.m. pada hari Rabu, tujuh orang, yaitu pasangan suami istri di distrik Barus dan lima warga distrik Andam Dewi, dipastikan tewas.

"Dua korban [meninggal] setelah hanyut oleh banjir di kabupaten Barus, sementara lima korban di Andam Dewi dimakamkan di bawah tanah longsor," kata Safaruddin.

Kepala BPBD Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis mengatakan banjir setinggi 2 meter terjadi ketika sebagian besar penduduk tidur, sehingga mereka dibiarkan dengan jendela kecil kesempatan untuk mengungsi sendiri. Kabupaten Barus dan Andam Dewi mengalami banjir terburuk, katanya.

Setidaknya 22 warga terluka [dalam bencana]," kata Riadil kepada The Jakarta Post.

Hari Susanto, koordinator pencarian dan penyelamatan (SAR) di Sibolga, mengatakan tiga mayat telah diidentifikasi, termasuk seorang warga Andam Dewi yang berusia 50 tahun.

Di distrik Barus, tim SAR berhasil menemukan dan mengidentifikasi mayat istri dan suami. Pasangan itu ditemukan tewas di mobil mereka, yang terseret arus kuat, kata Hari.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tim SAR telah bekerja sama dengan BPBD, militer dan polisi untuk menyelamatkan para korban yang tersisa.

"Tim di lapangan saat ini menilai kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan pada rumah dan infrastruktur publik sebagai akibat dari bencana," kata Hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Medan sebelumnya memperingatkan masyarakat akan hujan lebat, angin kencang, dan guntur yang kemungkinan akan terjadi di seluruh provinsi pada Selasa malam.


Ahmad Darni, warga desa Mudik di kabupaten Barus, mengklaim bahwa banjir baru-baru ini adalah yang terburuk yang melanda Tapanuli Tengah sejak banjir empat tahun lalu.

Arusnya sangat kuat sehingga benar-benar merusak rumah. Beberapa dari kami beruntung bisa keluar tepat waktu dan mengevakuasi diri ke daerah yang lebih aman, ”kata Ahmad kepada Post.

Sekretaris BPBD Tapanuli Tengah, Agus Haryanto, mengatakan pemerintah telah menyatakan keadaan darurat yang akan tetap berlaku selama tujuh hari ke depan.

Dia mengatakan polisi dan militer telah membantu mendirikan tempat penampungan darurat dan dapur umum di distrik Barus dan Andam Dewi.

“Para korban membutuhkan dukungan logistik segera, seperti pakaian dan produk bayi,” tambah Agus




No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Link Alternatif : shmvip99.org
close
Agen Judi Poker Online Terpercaya