Infomenarik-Pemerintah Bekasi di Jawa Barat telah merencanakan untuk mengevaluasi kembali izin bangunan untuk mal, apartemen dan gudang yang berlokasi di daerah yang dilanda banjir pada hari Selasa.
Pemerintah mengatakan evaluasi ulang menyeluruh terhadap bangunan seperti itu akan membantu mencegah banjir di masa depan.
Ini bukan moratorium. Semua izin yang terkait dengan konstruksi vertikal dan horizontal, misalnya bangunan, gudang, apartemen - segala sesuatu yang memakan ruang kota - akan dievaluasi, ”kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi pada hari Jumat seperti dikutip Effendi mengatakan pemerintah juga
akan mengawasi secara ketat pengelolaan limbah setiap bangunan, termasuk menindak mereka yang tidak memiliki sistem drainase atau mereka yang memiliki sistem pembuangan limbah yang dibangun dengan buruk. Setiap pelanggaran peraturan tentang sistem drainase akan berakhir dengan pencabutan izin bangunan, tambahnya.
Walikota melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah akan membangun lebih banyak daerah resapan air.
Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi Tri Ardhianto Tjahyono mengatakan berkurangnya ruang terbuka hijau, yang berkontribusi terhadap banjir, dapat disalahkan pada proyek-proyek konstruksi pemerintah, seperti jalan tol di atas Sungai Kalimalang, konsorsium Indonesia-Cina Kereta Cepat Kereta api kecepatan tinggi Indonesia China (KCIC) dan LRT.
Tri mengatakan proyek tersebut merusak area yang dulunya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.
Proyek konstruksi telah mengurangi jumlah ruang tersebut menjadi hanya 15 persen dari yang ada sebelumnya.
Pekerjaan Umum dan Peraturan Menteri Perumahan No. 5/2008 tentang perencanaan tata ruang menyatakan bahwa, dalam rencana tata ruang kota, setidaknya 30 persen dari total area harus terdiri dari ruang terbuka hijau.
“Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap banjir adalah [proyek negara]. Kita tahu bahwa lima hingga 10 tahun yang lalu, ada ruang terbuka hijau di sepanjang jalan tol, ”kata Tri Kamis seperti dikutip Tri untuk mengganti ruang-ruang ini, pemerintah Bekasi perlu mengendalikan banjir dengan membangun polder.
“Kami masih berhak atas area seperti Situwong dan Kempo [...] yang belum digunakan. Kami akan mengerjakannya dengan mengubahnya menjadi ruang terbuka hijau, "tambahnya.










No comments:
Post a Comment