Infomenarik-Kelahiran anak lembu bermata tiga, bermata dua di dusun Pacuh di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, telah menarik perhatian banyak orang yang ingin tahu ingin sekali melihat sekilas makhluk langka itu.
Betis betina, yang dilahirkan dengan persalinan normal, adalah milik seorang petani bernama Samukan, 52. Samukan dan ternaknya hidup di lereng Gunung Kelud, sekitar 17 kilometer di sebelah utara kota Blitar.
Samukan menamai betis Pahing, karena ia dilahirkan di Pahing, sehari dalam kalender Jawa. Menurut Samukan, Pahing lahir tanpa bantuan manusia. Ketika Samukan mengunjungi kandang untuk tugas-tugas paginya, ia menemukan anak sapi itu sudah bangun. Betis itu sehat, beratnya 25 kg dan panjangnya 80 cm.
Pahing dikandung melalui inseminasi buatan. Ia dilahirkan dari sapi berumur dua tahun yang diresapi dengan sperma yang disediakan oleh subsidi dari pemerintah kabupaten Blitar.
Karena fitur wajahnya yang unik, Pahing tidak dapat tidak minum susu langsung dari ibunya. Samukan harus memerah susu ibunya, memasukkan susu ke dalam botol, dan memberikannya kepada Pahing untuk diminum.
“Hari ini dia minum empat kali. Kemarin hanya dua kali, ”kata Samukan kepada The Jakarta Post pada hari Jumat.
Dia menyatakan harapan Pahing akan tumbuh menjadi sehat, meskipun dia mengerti bahwa anak sapi dengan kelainan seperti itu biasanya hanya bertahan selama beberapa jam setelah dilahirkan.
Samukan mengatakan dia khawatir Pahing mungkin tidak bisa makan rumput dengan mulutnya yang unik.
Berita tentang anak lembu bermata tiga dengan dua mulut telah menyebar ke seluruh desa, dengan orang-orang berbondong-bondong ke rumah orang Samukan untuk melihat anak sapi itu









No comments:
Post a Comment