Infomenarik-Empat puluh anggota kru asing naik kapal yang telah dijadwalkan untuk mengangkut minyak sawit dari Pasangkayu, Sulawesi Barat, telah dikarantina di dalam kapal di lepas pantai provinsi itu karena kekhawatiran akan virus coronavirus mematikan di China.
Kepala Pelabuhan Tanjung Bakau di Pasangkayu, Agung, mengatakan prosedur karantina dimulai pada hari Selasa.
Kapal itu sejak itu telah diperintahkan untuk mempertahankan posisinya setidaknya 1 kilometer dari pelabuhan karena menunggu kedatangan tim medis yang akan memeriksa anggota awaknya untuk setiap gejala COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyebar cepat. , dia berkata.
Kapal asing tidak diperbolehkan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Bakau sampai setelah karantina berakhir dan setelah anggota kru dinyatakan bebas dari virus mematikan.
“Semua kapal asing tidak diperbolehkan untuk segera merapat di pelabuhan sampai setelah mereka dinyatakan bebas dari coronavirus. Bahkan jika sebuah kapal memang dianggap bebas dari virus, tidak ada anggota krunya yang diizinkan untuk turun, ”kata Agung pada hari Kamis seperti dikutip oleh kompas.com.
Manajemen pelabuhan akan memberikan dukungan logistik kepada awak kapal asing selama periode karantina, katanya.
Indonesia sebelumnya meningkatkan kekhawatiran tentang penularan virus corona dari transportasi asing, dengan otoritas pelabuhan menerapkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengurangi risiko virus dengan menyaring kapal asing dan kapal yang ingin berlabuh di pelabuhan di seluruh nusantara.
Langkah ini mengikuti keputusan Jepang untuk mengkarantina kapal pesiar Diamond Princess yang terkena virus dan sekitar 3.700 penumpangnya di Yokohama selama dua minggu. Setelah dimulai pada 4 Februari, karantina berakhir pada hari Rabu, dengan lebih dari 600 orang, termasuk empat anggota awak Indonesia, dinyatakan positif menggunakan COVID-19.
Sejak pertama kali muncul dari kota Wuhan di Cina pada akhir Desember, COVID-19 telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia, termasuk setidaknya delapan kematian di luar daratan Cina. Virus ini telah menyebar ke hampir 30 negara, dengan lebih dari 70.000 orang terinfeksi secara global










No comments:
Post a Comment