Infomenarik-Setidaknya empat orang tewas dan ribuan lainnya terkena dampak banjir hebat yang menggenangi 24 kabupaten di Bekasi pada hari Selasa, Badan Penanggulangan Bencana Jawa Barat (BPBD) telah mengkonfirmasi.
Para korban telah diidentifikasi sebagai Faisal Amri, 25, dan M. Airil Amhrir, 15, keduanya adalah warga kompleks perumahan Harapan Baru di Bekasi Barat, dan Faizin, 51, dan Muhamada Jamil, 9, yang berasal dari kecamatan Kayuringin Jaya di Bekasi Selatan.
“Informasi tersebut diambil dari catatan BPBD Bekasi tentang korban bencana pada hari Selasa,” kata manajer operasi BPBD Jawa Barat Budi Budiman pada hari Rabu.
BPBD Jawa Barat mencatat bahwa banjir yang meluas, yang juga mempengaruhi daerah-daerah lain seperti Cikarang, Karawang dan Purwakarta, menggenangi 12 kabupaten di kota Bekasi hingga kedalaman antara 40 dan 150 sentimeter.
Di Kabupaten Bekasi, banjir menggenangi 12 kabupaten dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Ada total 3.239 keluarga yang terkena dampak banjir," kata Budi.
Setidaknya 14 kabupaten di Kabupaten Karawang juga tergenang banjir akibat luapan air dari Sungai Cidawolong, yang berdampak pada 10.529 rumah.
Kami telah mencatat 9.514 orang mengungsi [oleh banjir] dan tidak ada korban di daerah [Kabupaten Karawang],” kata Budi, menambahkan bahwa banjir di Subang menggenangi 3.435 rumah di enam kabupaten.
Banjir menyebabkan perusahaan listrik milik negara PT PLN untuk memotong pasokan listrik ke 1.245 stasiun relay listrik di Bekasi, Cikarang, Karawang dan Purwakarta.
Hingga Rabu sore, PLN hanya memulihkan listrik ke 1.002 stasiun di daerah-daerah yang terkena banjir, kata manajer umum PLN Jawa Barat Andhoko Soeyono.
Andhoko mengatakan bahwa kantornya telah mengirimkan 451 orang ke daerah-daerah yang terkena dampak banjir di Jawa Barat untuk memeriksa, membersihkan, dan mengeringkan stasiun relai listrik yang sebelumnya terendam air banjir.
PLN memulihkan pasokan listrik setelah memastikan keamanan dan melakukan pemeriksaan keamanan terhadap rumah-rumah warga bersama dengan kepala unit lingkungan dan penduduk lainnya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan kantor itu akan terus memberikan bantuan bagi warga yang terkena dampak banjir, termasuk dengan menyediakan makanan bayi, makanan cepat saji, perlengkapan dapur darurat, tenda, selimut, kasur, dan perlengkapan kebersihan.
“[Petugas] akan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mendaftar persediaan logistik yang dibutuhkan. Kita harus memenuhi kebutuhan mereka,










No comments:
Post a Comment