'Ini bukan COVID-19': Pejabat kesehatan Indonesia mencampurkan penyakit dan virus - Seputar berita news

Post Top Ad

Link Alternatif : 99saham.net

'Ini bukan COVID-19': Pejabat kesehatan Indonesia mencampurkan penyakit dan virus


Infomenarik-Seorang pejabat Departemen Kesehatan mengatakan pada hari Senin bahwa warga Jepang yang dites positif virus corona baru sekembalinya dari perjalanan ke Indonesia "bukan kasus COVID-19".

Sekretaris Achmad Yurianto dari Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa menurut pihak berwenang Jepang, pria itu terinfeksi Koronavirus Pernafasan Akut Parah yang parah" - atau SARS-CoV-2 - dan menegaskan bahwa SARS-CoV-2 adalah berbeda dengan COVID-19.

Di sana [di Jepang], ia didiagnosis oleh dokter telah terinfeksi dengan virus corona SARS tipe 2,” kata Yurianto kepada The Jakarta Post, Senin.

Ketika the Post meminta Yurianto untuk menguraikan desakannya bahwa pria Jepang itu tidak memiliki COVID-19 meskipun hasil tesnya positif untuk SARS-CoV-2, ia mempertahankan pernyataan sebelumnya.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Yurianto mengklaim bahwa penyakit coronavirus 2019, secara resmi bernama COVID-19, berbeda dari SARS-CoV-2.

Apa yang kita miliki sekarang adalah epidemi COVID-19. Ada ahli yang mengatakan bahwa COVID-19 berbeda dari SARS CoV-2, dan perbedaannya mencapai 70 persen," katanya.

Yurianto mengatakan dia percaya bahwa keduanya berbeda karena dalam berurusan dengan awak kapal Indonesia dari kapal pesiar Diamond Princess, Jepang secara konsisten menyebut penyakit mereka sebagai COVID-19 daripada mengatakan bahwa mereka telah dites positif untuk SARS-CoV-2. yang bertanggung jawab untuk memberi nama dan mengklasifikasikan virus baru, mengumumkan pada 11 Februari bahwa virus yang menyebabkan COVID-19 (penyakit coronavirus 2019) "telah dinamai 'sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2' (SARS-CoV-2)".


Organisasi Kesehatan Dunia juga telah mempublikasikan yang menyatakan bahwa "virus yang bertanggung jawab untuk COVID-19" dinamai "sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2
(SARS-CoV-2) ". Bagian berikutnya memiliki judul" Mengapa virus dan penyakit ini memiliki nama yang berbeda? ", Dan memberikan penjelasan yang jelas.

Pada 22 Februari, Pemerintah Metropolitan Tokyo mengumumkan bahwa lelaki Jepang itu adalah penduduk Tokyo berusia 60-an. Dalam berita terkait yang diterbitkan pada hari yang sama, penyiar nasional NHK melaporkan bahwa pria itu didiagnosis pada 19 Februari setelah kembali dari liburan keluarga di Indonesia, tetapi tidak menentukan tujuan setempat. Ia juga mengatakan bahwa ia telah pergi ke fasilitas medis pada 12 Februari dengan "gejala seperti dingin





No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Link Alternatif : shmvip99.org
close
Agen Judi Poker Online Terpercaya