Infomenarik:Badan Layanan Sipil Nasional (BKN) menggunakan detektor untuk mencegah jimat digunakan dalam uji kompetensi selama sebulan dari calon pegawai negeri sipil di balai kota Tasikmalaya di Jawa Barat yang dimulai pada hari Sabtu.
Kepala BKN Bandung Imas Sukmariah mengatakan dia telah meninjau implementasi sistem deteksi pada hari pertama tes. Deteksi ini menggunakan peralatan "canggih" yang mampu memindai logam dan benda asing, termasuk jimat.
"Kami telah memeriksa semua [peserta tes] dan tidak ada yang memasuki ruangan dengan benda [mencurigakan], termasuk jimat," kata Imas, seperti dikutip oleh kantor berita Antara.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa 51.875 kandidat mengikuti tes di Tasikmalaya. Tes berjalan hingga 27 Februari.
Semua peserta berasal dari wilayah administrasi di Priangan Timur yaitu Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Garut dan Pangandaran. Tes ini didasarkan pada tes berbantuan komputer (CAT) yang dapat mengurangi potensi penipuan atau manipulasi.
Berkenaan dengan penggunaan jimat, Imas menyarankan peserta tes untuk menghindari keterlibatan dengan individu yang tidak bertanggung jawab, yang berjanji untuk lulus tes.
"Jangan percaya orang yang berjanji akan lulus ujian," katanya.
Lebih lanjut Imas mengatakan bahwa selain sistem terkomputerisasi, tes dijamin transparan dan akuntabel. Semua pertanyaan dirancang oleh konsorsium 18 universitas dan dilindungi oleh National Code Institute. Imas mendorong para kandidat untuk belajar dan berdoa untuk maju ke tahap selanjutnya dari tes pendaftaran









No comments:
Post a Comment