Infomenarik-Sebuah tim pencari dan penyelamatan bersama melaporkan pada hari Sabtu bahwa delapan siswa telah tewas dalam banjir bandang yang menyapu sekelompok pengintai yang melakukan perjalanan di tepi Sungai Sembor di desa Donokerto di Sleman, Yogyakarta.
"Personel tim penyelamat telah menemukan delapan mayat dan masih mencari dua mayat lagi yang masih hilang," kata kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Yogyakarta (Basarnas) Lalu Wahyu Effendi, Sabtu siang.
Murid yang hilang dan hilang semuanya perempuan berusia 12 hingga 15 tahun. Sementara itu, 23 siswa terluka dalam insiden itu.
Wahyu mengatakan operasi penyelamatan sedang berlangsung, dengan 853 personel dikerahkan untuk menemukan siswa yang hilang. Operasi berlanjut pada pukul 7 pagi pada hari Sabtu. Para korban berada di antara 257 siswa kelas tujuh dan delapan di SMP Turi 1 yang ikut serta dalam kegiatan kepanduan pada hari Jumat. Para peserta siswa pergi trekking di sungai meskipun dalam kondisi cuaca.
Tarnoto, kepala dukuh Dukuh di desa itu, mengatakan warga dusun telah memperbaharui kelompok pramuka untuk membatalkan pendakian sungai pada hari Jumat karena gerimis telah dimulai pada saat itu.
“Langit penuh awan gelap di atas daerah hulu sungai. Warga khawatir hujan akan turun di hulu dan menyebabkan banjir bandang, ”kata Tarnoto kepada Post.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Sungai Sempor telah bertahun-tahun digunakan untuk trekking dan dikenal karena kebersihannya.










No comments:
Post a Comment