Infomenarik-Pihak berwenang Indonesia belum menerima detail tambahan tentang pria Jepang yang dilaporkan positif mengidap virus coronavirus (COVID-19) tak lama setelah mengunjungi Indonesia, kata pejabat kementerian.
Sekretaris Jenderal Direktorat Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan bahwa meskipun kementerian telah menghubungi Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo tentang pria tersebut, mereka masih tidak dapat memverifikasi identitasnya.
“Kami tidak tahu namanya atau bagian mana dari Indonesia [dia berkunjung]. Jadi apa yang bisa kita selidiki Sebelumnya, penyiar publik Jepang NHK melaporkan bahwa pemerintah metropolitan Tokyo mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pria itu, seorang penduduk Tokyo berusia 60-an, telah terinfeksi dengan virus coronavirus baru. Dia dilaporkan telah mengunjungi Indonesia dari 15 Februari dan dirawat di rumah sakit sekembalinya ke Jepang pada 19 Februari dengan kesulitan bernafas, dan dikatakan dalam "kondisi serius". NHK tidak menentukan tujuan pria di Indonesia.
Juru bicara penjabat Kementerian Luar Negeri Teuku "Faiz" Faizasyah mengatakan belum ada komunikasi resmi dari pihak berwenang Jepang tentang pria itu.
"Itu masalahnya, sampai sekarang belum ada informasi dari Jepang," kata Yurianto.
Bayu Krisnamurthi, yang mengepalai Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi antara 2006 dan 2010, mengatakan bahwa orang yang terinfeksi virus corona di luar Indonesia dapat menyebarkannya di dalam negeri melalui tetesan dari batuk dan bersin.
“Otoritas kesehatan harus segera mengklarifikasi kasus ini. Seharusnya diasumsikan bahwa virus bisa ditularkan ke orang lain sebelum gejalanya muncul, ”kata Bayu kepada Post.
Sementara itu, Amin Soebandrio, direktur Institut Biologi Molekuler Eijkman mengatakan bahwa jika lelaki Jepang itu tidak menunjukkan gejala selama tinggal di Indonesia, ia dapat tidak terdeteksi walaupun sudah membawa virus selama masa inkubasi, yang mencapai 14 hari.
“Ini bukan hanya di Indonesia. [Pria itu tidak akan terdeteksi] di negara mana pun jika tidak ada gejala yang ditunjukkan sebelum ia kembali ke Jepang, "Amin mengatakan kepada Post.
Amin juga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mengikuti prosedur yang tepat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk memerlukan kartu kesehatan dan karantina pelancong yang baru-baru ini mengunjungi China.
"Jadi masalahnya bukan pada kemampuan kita untuk mendeteksi [coronavirus] atau tidak, karena kita telah menempatkan semua tindakan di tempat," kata Amin.










No comments:
Post a Comment