Infomenarik-Sedikitnya 422 warga Kabupaten Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara - lokasi yang direncanakan sebagai ibukota baru Indonesia di Kalimantan Timur - telah terkena dampak banjir yang melanda daerah itu pada Selasa pagi.
Badan Mitigasi Bencana Nasional (BNBD) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihak berwenang masih menaksir kerusakan di daerah yang terkena dampak di kecamatan Riko dan desa Bukit Subur pada 1:30 malam. pada hari Selasa.
Banjir itu, yang menimpa 379 orang di desa Bukit Subur dan 43 orang di kecamatan Riko, merusak sebuah jembatan kayu di atas sungai di daerah itu, mencegah penduduk setempat untuk dengan mudah menyeberanginya dengan mobil atau sepeda motor, kata BNPB.
Satuan tugas gabungan yang terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Penajam Paser Utara (BPBD) dan pejabat setempat telah memasang tali pengaman di jembatan untuk membantu warga menyeberang dan memastikan bahwa pasokan didistribusikan dengan baik.
Pemerintah setempat juga menggunakan sampan di beberapa daerah untuk mengevakuasi penduduk.
“Ketinggian air adalah 0,8 hingga 1,9 meter,” kata Kepala Pusat Informasi Bencana BNPB Agus Wibowo pada hari Selasa, pendangkalan dan sejumlah besar sampah di sungai adalah salah satu faktor utama di balik banjir di Bukit Subur, sementara banjir di kecamatan Riko sebagian besar disebabkan oleh curah hujan intensitas tinggi, kata Agus.
Dia mengatakan bahwa daerah-daerah memiliki koneksi seluler yang buruk sebagai akibat dari banjir, yang membuatnya sulit bagi otoritas lokal untuk menyerahkan laporan tepat waktu tentang situasi tersebut ke pusat operasi darurat badan tersebut.
Warga yang terkena dampak menghadapi kesulitan memasak makanan karena kurangnya sumber daya, kata Agus, menambahkan bahwa mereka saat ini sangat membutuhkan pasokan makanan, produk kebersihan dan kasur.
Menurut data BNPB, Kabupaten Penajam Paser Utara dilanda banjir setidaknya 31 kali antara tahun 2010 dan 2019. Banjir pada tahun 2013 menyebabkan satu korban jiwa sementara tiga rumah rusak saat banjir pada tahun 2018.
Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi ibu kota negara di masa depan, yang akan menggantikan Jakarta yang berpenduduk padat dan tercemar.
Proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp 466 triliun (US $ 32,7 miliar) dengan konstruksi akan dimulai tahun ini










No comments:
Post a Comment