Infomenarik-Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan akan meningkatkan penyaringan di pelabuhan-pelabuhannya setelah Indonesia mengumumkan dua kasus virus korona pertama yang dikonfirmasi.
Provinsi ini adalah rumah bagi kota Labuan Bajo di kabupaten Manggarai Barat - pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo yang terkenal, yang dikunjungi 184.206 pengunjung tahun lalu.
"Sehubungan dengan dua warga negara Indonesia yang dinyatakan positif virus corona baru di Depok [Jawa Barat], Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat telah meminta semua pihak berwenang untuk mengantisipasi [penyebaran COVID-19] dan menyaring turis yang masuk dari semua pelabuhan di provinsi ini, "juru bicara pemerintah, Marianus Jelamu, mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Senin.
Jelamu mengatakan bahwa pemerintah mengerahkan ke kota Minggu tim medis dan tim karantina untuk menyaring 930 penumpang dan 465 anggota awak kapal pesiar MV Viking Sun, yang berlayar dari Darwin, Australia, dan tiba di Labuan Bajo pada hari Senin.
"Berdasarkan laporan kapten kapal pesiar seperti yang dinyatakan dalam Deklarasi Kesehatan Maritimnya, semua orang di atas kapal dinyatakan sehat," kata Jelamu, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang akan memeriksa semua penumpang dan kru dan meminta mereka menjalani termal penyaringan sebelum mengizinkan mereka masuk ke Taman Nasional Komodo. Sebagai tujuan internasional, Jelamu menambahkan, Bandara Komodo telah menginstal lebih awal pada pemindai termal untuk memeriksa kesehatan wisatawan asing.
Seorang pemain pariwisata di Manggarai Barat, Martha Muslin, menyatakan kekhawatirannya kepada Post pada hari Senin bahwa wabah COVID-19 akan mengurangi jumlah kedatangan di tujuan wisata seperti Bali, yang mengakibatkan pemotongan karyawan.
"Saya berharap wabah koronavirus dapat segera ditanggulangi," katanya.
Data dari Bandara Komodo per Oktober 2019 menunjukkan bahwa kedatangan wisatawan asing ke Labuan Bajo menunjukkan peningkatan 16,17 persen tahun-ke-tahun, yang sebagian disebabkan oleh peningkatan pengunjung Tiongkok, kompas.com melaporkan pada awal Februari.










No comments:
Post a Comment