Infomenarik-JSeorang pejabat Indonesia yang bepergian dengan atase militer asing lainnya di atas helikopter militer Myanmar melarikan diri tanpa cedera ketika jatuh di timur negara itu pada hari Jumat, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri dikonfirmasi pada hari Sabtu.
Helikopter itu menuju ibukota komersial Yangon ketika jatuh tak lama setelah lepas landas dari desa Lwe Khan di negara bagian Shan utara, lapor Reuters. Seorang juru bicara militer Myanmar dikutip mengatakan bahwa dua pilot telah terluka. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.
Atase pertahanan Indonesia untuk Myanmar, Kolonel (Purn.) Fajar Rusdianto, yang berada di antara penumpang di helikopter militer, lolos tanpa cedera, kata Judha Nugraha, direktur kementerian perlindungan warga negara asing.
"Alhamdulillah dia aman. Semua penumpang dan pilot juga selamat, meskipun beberapa mengalami luka ringan," kata Judha, Sabtu.
Mereka telah menghadiri konferensi pers di daerah dekat perbatasan dengan China, di mana militer Myanmar (Tatmadaw) baru-baru ini menggerebek sebuah pabrik narkotika, pejabat itu menambahkan.
Baru-baru ini pihak berwenang menyita narkotika, bahan kimia, dan peralatan senilai US $ 37 juta di sana, lapor Reuters.
Myanmar adalah produsen metamfetamin terbesar di dunia, dan pihak berwenang sering ingin menunjukkan kejang-kejang besar-besaran kepada media.
Kecelakaan pesawat yang melibatkan pesawat sipil atau militer tidak jarang terjadi di negara Asia Tenggara dan bagian lain di kawasan itu.
Pada 2015, diplomat Indonesia Burhan Muhammad meninggal karena luka-luka akibat kecelakaan helikopter di Pakistan yang juga merenggut nyawa istrinya, duta besar untuk Norwegia dan Filipina, serta tiga awak Pakistan.










No comments:
Post a Comment