Infomenarik:Wartawan Amerika Philip Jacobson, yang bekerja untuk situs web berita lingkungan Mongabay, menerima penghargaan untuk "keunggulan dalam jurnalisme lingkungan" dari Fetisov Journalism Award untuk kerja investigasi kolaboratif tentang isu-isu lingkungan di Indonesia. Dia seharusnya menerima penghargaan itu bersama rekannya pada jamuan makan malam di Lucerne, Swiss, pada hari Rabu, tetapi dia malah menghabiskan waktunya di pusat penahanan imigrasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, atas tuduhan pelanggaran visa.
Jacobson, seorang editor di Mongabay, adalah di antara beberapa jurnalis dari berbagai negara yang telah mengerjakan proyek yang memenangkan hadiah kedua Tempat pertama diberikan kepada Isaac Anyaogu [dari] Nigeria dan Petra Sorge [dari Jerman] untuk seri Dying in Installments. Tempat kedua diberikan kepada Philip Jacobson [AS] dan Tom Johnson [Inggris] untuk artikel The Secret Deal to Destroy Paradise. Hadiah ketiga diberikan kepada Amos Abba [Nigeria] untuk Bagaimana Nestle Nigeria Mengkontaminasi Pasokan Air dari Komunitas Tuan Rumahnya di Abuja, "Fetisov Journalism Award mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya pada hari Kamis.
Tiga pemenang dari setiap kategori dalam penghargaan berbagi hadiah sebesar 130.000 franc Swiss (US $ 134.000). Agenpoker
Artikel Jacobson adalah yang ketiga dalam seri mendalam tentang deforestasi dan hak atas tanah yang disebut Indonesia for Sale. Serial ini adalah produk dari 22 bulan pelaporan investigasi di seluruh negara Asia Tenggara, mewawancarai pemecah masalah, perantara, pengacara dan perusahaan yang terlibat dalam transaksi tanah, dan mereka yang paling terkena dampaknya, menurut Mongabay.
Namun, Jacobson tidak dapat menghadiri upacara tersebut karena ia telah ditangkap berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Keimigrasian 2011. Jika dinyatakan bersalah atas dakwaan itu, ia menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun dan denda hingga Rp 500 juta (US $ 36.556). Pendiri dan CEO Mongabay Rhett A. Butler mengatakan pengakuan itu merupakan kehormatan besar, karena banyak pekerjaan telah dilakukan untuk memproduksi seri ini. Dia menyatakan penyesalannya bahwa Jacobson tidak bisa bergabung dengan upacara pemberian hadiah.
"Phil seharusnya menerima penghargaan atas nama kelompok jurnalis yang bekerja pada proyek Indonesia for Sale. Sebaliknya dia duduk di penjara di Palangkaraya. Saya ingin menekankan bahwa Phil berada di Palangkaraya untuk bertemu dengan pejabat dan AMAN, khususnya untuk belajar tentang masalah yang sedang dibahas antara kedua pihak, "Butler mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Kamis, merujuk pada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara









No comments:
Post a Comment