Infomenarik:Forum Indonesia untuk Lingkungan Hidup (Walhi) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menentang rencana pemerintah untuk membangun fasilitas kereta gantung di sekitar Gunung Rinjani di Pulau Lombok.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah telah menegaskan kembali pada beberapa kesempatan bahwa rencana itu di tempat, mengatakan bahwa kereta gantung akan berlokasi di pintu masuk pendaki di desa Aik Berik, Lombok Tengah. Proyek itu, yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei, diperkirakan akan selesai sebelum balapan MotoGP pertama di pulau itu pada tahun 2021.
"Kereta gantung itu untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan Gunung Rinjani, sehingga orang yang datang ke Lombok akan dapat melihat pemandangan gunung selain dari menonton balapan MotoGP," kata Kepala Dinas Lingkungan dan Kehutanan NTB Madani Mukarom.
Para pecinta lingkungan tidak menyambut rencana tersebut.
Direktur eksekutif Walhi NTB Murdani mengatakan proyek itu berpotensi merusak lingkungan dan menyebabkan masalah sosial.
"Pembangunan kereta gantung akan merusak lingkungan karena fasilitas komersial pasti akan menghasilkan perubahan signifikan pada lanskap alami daerah tersebut," kata Murdani, Jumat.
Murdani menjelaskan bahwa Gunung Rinjani perlu dilindungi karena merupakan sumber mata pencaharian bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya, selain berfungsi sebagai sumber air penting di Lombok.
Gunung Rinjani mengalami kerusakan lingkungan yang parah karena pembalakan liar, perambahan hutan dan musim kemarau, yang semuanya terjadi setiap tahun, tambahnya.
Walhi mengatakan pemerintah bergegas proyek karena belum melakukan studi kelayakan pada konstruksi.
"Mereka [pemerintah] jelas tidak memikirkan dampak lingkungan jika mereka memulai pembangunan pada bulan Mei," kata Murdani.
Dia mengatakan perlindungan juga diperlukan karena daerah Rinjani berfungsi sebagai situs warisan budaya. Penambahan kereta gantung karena itu berpotensi memperburuk masalah pengelolaan limbah saat ini yang Taman Nasional Gunung Rinjani saat ini sedang berjuang untuk atasi.
"Melihat masih banyak masalah yang belum terpecahkan di dalam kawasan pegunungan, Walhi tidak menyetujui proyek ini dan mendesak pemerintah NTB untuk menghentikan rencana pembangunan," katanya.
Kepala Pusat Taman Nasional Gunung Rinjani Dedi Asriyadi mengatakan proyek konstruksi tidak akan terjadi di dalam taman nasional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Kehutanan dan Lingkungan NTB, dan mereka memberi tahu kami bahwa kereta gantung tidak akan berlokasi di dalam taman nasional, tetapi di sekitar area perkebunan yang pemerintah provinsi memiliki wewenang untuk mengelola,” katanya.









No comments:
Post a Comment