Infomenarik-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah meminta masyarakat untuk bersiap menghadapi badai hujan lebat dalam peringatan yang dikeluarkan pada hari Selasa, dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di seluruh negeri, termasuk Jabodetabek, dari 25 Februari hingga 2 Maret.
Berdasarkan analisis terbaru atmosfer, BMKG mengatakan bahwa daerah bertekanan rendah di belahan bumi selatan berkontribusi pada peningkatan kemungkinan cuaca buruk yang terjadi di seluruh Indonesia.
"BMKG telah memperkirakan bahwa akan ada badai hujan lebat yang terus-menerus minggu depan," kata wakil BMKG meteorologi R. Mulyono R. Prabowo seperti dikutip oleh tempo.co pada hari Selasa.
Badan tersebut menghubungkan potensi badai hujan dengan Topan Tropis yang terdeteksi Ferdinand di laut selatan Nusa Tenggara Barat, serta pola angin di laut barat daya Banten dengan cuaca buruk yang mungkin melanda daerah-daerah di sepanjang Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Timur. Nusa Tenggara.
Badan tersebut juga mendeteksi pola angin serupa di Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Menurut BMKG, wilayah yang diprediksi akan dilanda badai hujan deras dari 25 hingga 28 Februari termasuk Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Daerah-daerah lain, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, dan provinsi-provinsi di seluruh Pulau Jawa, diperkirakan akan terkena badai sejak 29 Februari hingga 2 Maret.
Badan tersebut selanjutnya meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
Jakarta Raya dilanda banjir pada Selasa pagi setelah hujan deras semalam. Setidaknya 294 unit lingkungan telah terkena dampak banjir, yang melumpuhkan bagian dari ibukota, menurut Badan Mitigasi Bencana Jakarta.
Banjir menandai keempat kalinya Jakarta dan kota-kota satelitnya dilanda banjir besar tahun ini. Pada 4 Januari, 60 dilaporkan tewas akibat banjir parah di seluruh ibukota dan daerah sekitarnya setelah hujan lebat yang dimulai pada Malam Tahun Baru.a










No comments:
Post a Comment