Infomenarik:Pemuda di Sumatera Selatan didorong untuk berpartisipasi dalam pemulihan hutan dan lahan terdegradasi melalui platform crowdsourcing data.
Manajer proyek RESTORE + Hidayah Hamzah mengatakan crowdsourcing data menggunakan aplikasi yang tersedia untuk diunduh bernama Urundata.
Hidayah mengatakan kegiatan dimulai pada November 2019 dan akan berjalan hingga Maret. Peserta, katanya, akan menerima status #PahlawanData (pahlawan data).
“Saat ini, kami membutuhkan 1,8 juta interpretasi dari orang-orang, terutama pemuda atau mahasiswa untuk menjadi pahlawan data,” katanya di Palembang, menambahkan bahwa kegiatan itu dilakukan di lima wilayah, termasuk Sumatera Selatan.
Data yang dikumpulkan, katanya, akan dijadikan sebagai dasar untuk memetakan potensi restorasi yang dapat digunakan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghasilkan kebijakan restorasi.
Dia mengatakan upaya restorasi harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan masyarakat luas mengingat bahwa “lahan kritis”, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah mencapai 14 juta hektar, 1,5 kali lebih banyak dari luas wilayah Sumatra Selatan.
Sebelumnya pada 2019, pihaknya telah melakukan kegiatan serupa untuk data penutupan lahan di Sumatera Selatan. Program ini, dengan 600 siswa dari 10 universitas di provinsi yang berpartisipasi, dianggap berhasil dan efektif dalam membantu meningkatkan kualitas peta tentang perubahan cakupan lahan. Itu telah mengumpulkan 1 juta interpretasi data citra satelit dengan tingkat akurasi 77 persen.
Hidayah mengatakan ketika membandingkan citra satelit dari 2010 dan 2018, degradasi terbukti mengalami penurunan dalam cakupan lapangan dari beberapa daerah di Sumatera Selatan.
"Itu kemudian didukung oleh data dari pengguna aplikasi Urundata. Ini membuktikan bahwa ada perubahan di bidang pada tahun 2019," kata Hidayah.
Keberhasilan itu, lanjutnya, telah mendorong pihaknya untuk mengembangkan kegiatan di tingkat nasional.
Untuk berkontribusi data, katanya, pengguna hanya perlu memilih "Ya", "Tidak" atau "Tidak Yakin" untuk pertanyaan dan gambar yang disajikan pada aplikasi. Pengguna dengan skor tertinggi memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam program magang bersama dengan konsorsium RESTORE +.
“Kesempatan seperti itu tentu saja menawarkan pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar lebih banyak tentang kegiatan restorasi bentang alam dan hutan,” kata ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) STIPER Sriwigama Palembang, Dewi Meidalima









No comments:
Post a Comment