Infomenarik-Turki membalas terhadap rezim Suriah setelah 22 tentara Turki terbunuh dalam serangan udara yang dituduhkan kepada Damaskus, kata seorang pejabat Jumat, ketika ia mendesak masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya.
Semua target rezim yang diketahui telah datang dan akan terus mendapat serangan dari udara dan darat," kata direktur komunikasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, dalam sebuah pernyataan.
Kami mendesak masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya," Altun menambahkan, untuk menghentikan "kejahatan terhadap kemanusiaan" rezim.
Kami tidak bisa berdiri dan menonton peristiwa masa lalu di Rwanda, dan Bosnia dan Herzegovina diulang hari ini di Idlib," kata Altun. Aktivitas Turki di tanah di Suriah akan terus berlanjut, ia menambahkan.
Pendukung pemberontak Suriah, Ankara, memiliki 12 pos pengamatan di Idlib, yang didirikan setelah kesepakatan 2018 dengan sekutu Damaskus Rusia dalam upaya untuk mencegah serangan rezim.
Namun terlepas dari kesepakatan itu, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah maju terus dengan serangan untuk merebut kembali benteng yang dikuasai pemberontak terakhir, yang didukung oleh dukungan udara Rusia. Insiden terbaru berarti total 42 personel keamanan Turki telah terbunuh bulan ini di Idlib.
Juru bicara partai yang berkuasa, Omer Celik mengatakan kepada penyiar CNN Turk, Jumat bahwa Turki "muak dengan kecaman dan pernyataan," tambah Ankara yang mencari tindakan "nyata" dari mitra internasionalnya.
"Elemen rezim sekarang menjadi elemen musuh bagi Republik Turki," tambah Celik. "Ini bukan hanya serangan terhadap Turki, tetapi serangan terhadap hukum internasional, komunitas internasional."
Beberapa tentara terluka setelah insiden terakhir dan dibawa ke rumah sakit di Turki untuk perawatan, kata pejabat setempat, tanpa memberikan angka pasti










No comments:
Post a Comment