Infomenarik:Warga Jakarta telah berjuang untuk mendapatkan topeng bedah dan N95 karena penjual kehabisan dan harga meroket.
Permintaan untuk topeng N95, sejenis masker wajah yang dapat menyaring 95 persen partikel sekecil 0,3 mikron dari udara, telah meningkat secara signifikan selama beberapa minggu terakhir karena kekhawatiran tentang wabah coronavirus (2019-nCoV) yang baru semakin meningkat di ibukota.
Ainie Partono, seorang pekerja kantor berusia 32 tahun dari Jakarta mengatakan dia telah mencari topeng N95 di pasar online selama beberapa hari terakhir tetapi tidak berhasil.
"Saya memesan dua puluh topeng dari pasar online beberapa hari yang lalu, tetapi pesanan saya tiba-tiba dibatalkan karena toko sudah kehabisan stok," kata Ainie kepada The Jakarta Post pada hari Rabu.
Ainie mengatakan dia telah membeli topeng N95 tahun lalu karena dia khawatir akan polusi udara yang parah di ibu kota.
"Saya berencana untuk membeli topeng lagi sebagai pencegahan berjangkitnya virus corona. Bahkan, beberapa rekan kerja saya juga meminta saya untuk membeli masker karena mereka juga khawatir dengan wabah itu," katanya.
Ainie mengatakan dia tidak bisa membeli topeng. Dia mengatakan ada beberapa toko online dengan topeng N95 masih dalam persediaan tetapi bahwa harga meroket, yang katanya "tidak masuk akal", mencegah dia membeli mereka.
Dia mengatakan dia membeli tiga topeng N95 online tahun lalu seharga Rp45.000 (US $ 3). Namun, toko yang sama kini menjual set tiga topeng seharga Rp 1,4 juta.
Seorang warga lain, karyawan perusahaan swasta berusia 26 tahun, Juliana Ekaputri juga berbagi cerita yang sama. Juli mengatakan dia memutuskan untuk membeli topeng N95 setelah outlet berita melaporkan dugaan kasus coronavirus di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat, beberapa hari lalu.
"Tidak lama setelah berita itu, saya mendapat memo internal dari kantor saya yang mendesak semua karyawan untuk membeli topeng N95. Tapi saya masih belum bisa mendapatkannya.









No comments:
Post a Comment