Infomenarik-Seorang warga Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, telah ditempatkan di ruang karantina Rumah Sakit Umum Mohammad Hosein (RSMH) di ibukota provinsi Palembang karena menunjukkan gejala pneumonia.
Rumah sakit memberikan jaminan bahwa pasien yang bersangkutan tidak tertular virus corona baru, yang menyebabkan penyakit COVID-19. Namun, itu berhenti membuat diagnosis resmi, karena sedang menunggu hasil tes.
“Diagnosis awal kami [pasien] masih pneumonia umum. Kami tidak dapat menentukan apakah pasien COVID-19-positif, karena kami masih menunggu hasil laboratorium, yang diperkirakan akan datang dalam dua hari, "kata direktur utama RSMH Zubaedah pada hari Selasa.
Pasien pergi ke Malaysia, yang memiliki 22 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada hari Selasa, dari 11 hingga 15 Februari. Dua hari setelah kembali dari Malaysia, ia dirawat di rumah sakit RK Charitas sebelum dipindahkan ke RSMH.
Dokter di RSMH menemukan suhu tubuh pasien di bawah rata-rata. Namun, catatan medisnya menunjukkan dia mengalami demam tinggi.
Kepala rumah sakit dari tim penyakit menular yang baru muncul, Zen Ahmad, mengatakan rumah sakit memiliki pengalaman dalam mengobati infeksi paru-paru, termasuk pneumonia. Tidak seperti COVID-19, bentuk umum pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut biasanya dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit.
“Pasien telah menunjukkan gejala sesak napas sebelum dia dirawat. Sampai sekarang, kita dapat secara definitif mengatakan bahwa pasien tidak memenuhi kriteria [terinfeksi dengan] virus corona. Setelah hasilnya negatif, dia akan menjalani perawatan yang biasa, ”kata Zen.
Kepala departemen pengawasan Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri mengatakan kantornya telah mengamati 31 orang yang datang melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, sejak 31 Januari.
Mereka ditempatkan di karantina untuk menunjukkan gejala virus. Setelah 14 hari, semuanya dinyatakan setidaknya relatif stabil.
“Sampai hari ini, tidak ada dari mereka yang dinyatakan positif COVID-19, meskipun beberapa dari mereka menderita pilek. Sebelas dari 31 orang yang ditempatkan di bawah pengamatan kami telah dinyatakan aman, sementara 20 lainnya masih diamati,










No comments:
Post a Comment